Redaksi Sumut

Perkumpulan Penjara Minta Pemerintah Perhatikan Gaji Guru Honorer di Bawah UMR

20 Feb 2026 - 42 View

Medan, Redaksidaerah.com - Perkumpulan Penjara DPC Kota Medan  menyuarakan keprihatinan terhadap nasib guru honorer yang hingga kini masih menerima gaji di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Mereka meminta pemerintah pusat maupun daerah agar segera mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN tersebut.

Ketua Perkumpulan Penjara Bang Sipahutar dalam keterangannya menyebutkan, kondisi ini dinilai tidak adil jika dibandingkan dengan sejumlah program pemerintah lain, termasuk penggajian pegawai dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai lebih tinggi, Jumat (20/2/2026).

“Guru honorer adalah ujung tombak pendidikan. Sangat ironis jika mereka masih menerima honor jauh di bawah UMR, sementara beban kerja dan tanggung jawabnya besar. Bahkan harus menempuh pendidikan yang tinggi untuk menjadi seorang guru," ujarnya.

Soroti ketimpangan kesejahteraan menurut Perkumpulan Penjara, banyak guru honorer yang hanya menerima berkisar 600-2 juta perbulan, cukup jauh dibawah UMR per bulan, bahkan ada yang dibayarkan per tiga bulan sekali.

Kondisi tersebut dinilai memprihatinkan, terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Kami menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penggajian tenaga honorer, khususnya di sektor pendidikan, agar tidak terjadi kesenjangan kesejahteraan antar profesi yang sama-sama bekerja untuk kepentingan negara," tegasnya.

Perkumpulan Penjara meMinta Kebijakan Konkret dan mendesak pemerintah untuk :
- Menyesuaikan gaji guru honorer minimal setara UMR daerah masing-masing.
- Mempercepat pengangkatan guru honorer menjadi ASN atau PPPK.
- Menjamin kepastian pembayaran honor tepat waktu.

Selain itu, mereka juga mendorong DPR sebagai wakil rakyat dan pemerintah daerah untuk lebih serius memperjuangkan anggaran pendidikan yang berpihak pada kesejahteraan guru.

Harapan untuk Pendidikan Nasional

Perkumpulan Penjara menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak akan tercapai tanpa memperhatikan kesejahteraan tenaga pengajar. Mereka berharap aspirasi ini segera ditindaklanjuti demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik dan berkeadilan.

“Jika guru sejahtera, maka kualitas pendidikan akan meningkat. Jangan sampai pahlawan tanpa tanda jasa terus dibiarkan berjuang dalam keterbatasan,” tutup sipahutar.

Reporter : LP Sitinjak
Editor : LP Sitinjak

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih