Redaksi Aceh

Perayaan Ibadah Paskah Ummat Kristiani Di Wilayah Kab. Aceh Tamiang.

4 Apr 2021 - 17 View

Aceh Tamiang [Aceh], Umat Kristiani merayakan Ibadah Paskah Minggu, 4 April 2021 bertempat di Aula  kompleks Gedung Petro Ria PT. Pertamina EP Field Rantau dengan tema " Berpaling kepada sang hidup (Yohanes 20 : 14 - 16) ".

sebagai Ketua Panitia Batara Huta Galung (Staf PT. Pertamina EP Field Rantau) dan Pendeta/Pengkotbah Elminar Sigiro dengan jumlah Jemaat 30 Orang.

Pendeta Elminar Sigiro dalam kotbahnya menyampaikan "Renungan Yohanes 20: 14-16 (Berpaling kepada Sang Hidup). Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya: “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya: “Maria!” Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru. (Yohanes 20:14-16)". Ucapnya. 

Sambung pendeta "Kebangkitan Yesus dari dunia orang mati memberi teladan kepada kita, di tengah-tengah suatu keadaan dunia yang penuh dengan masalah, air mata, kelaparan, pertikaian dan konflik seperti sekarang, Allah mau hadir dan melawat umatnya, percakapan yang terjadi di kubur Yesus tersebut menjadi sebuah fakta sejarah yang perlu untuk kita peringati tahun demi tahun.
Maria mendatangi kubur Yesus pagi-pagi sekali untuk melihat keadaan di sana, sayup-sayup ia seperti merasakan ada bayangan berdiri di belakannya, ia pun menoleh dan mendapati seseorang yang bertanya hal yang sama. Maria semakin bingung. Ia berkata kepada orang yang ia sangka pengurus makam itu dengan berkata yang sama yaitu tolong beritahu di mana mayat Yesus di letakan, mata Maria baru terbuka ketika orang itu menyebut namanya, dia sadar bahwa itu adalah Yesus. pengorbanannya di kayu salib tersebut, tidak dapat dipungkiri iman orang Kristen mendapat tantangan dari banyak pihakl. Salah satu yang paling terkenal adalah pandangan docetisme yang berasal dari bahasa Yunani dokein yang berarti “kelihatannya” atau “serupa”. Pandangan ini mengatakan bahwa Yesus Kristus yag tergantung di atas kayu salib itu adalah bukan Yesus Kristus atau hanya seseorang yang mirip dengan Yesus, mereka berpandangan bahwa pribadi Allah adalah ilahi sehingga tidak mungkin mati, dengan kata lain mereka tidak percaya inkarnasi fisik Allah". Ucapnya. 

“Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang; sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit. “Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya”.(Markus 9:30-31) Yesus berterus terang bahwa Ia kan diserahkan kepada orang berdosa untuk kemudian dibunuh dan setelah tiga hari akan bangkit seperti perkataan-Nya sendiri, Tentu ini bukan bunuh diri apalagi mati konyol. Dalam teologi Perjanjian Lama misalnya seluruh upaya penghapusan dosa selalu melibatkan darah sebab tanpa darah tidak ada penghapusan dosa. Hal tersebut merupakan simbolisasi bahwa mesti ada korban sempurna untuk menghapus dosa dunia ini, sebab hanya Allah yang sempurna dan yang bisa mati tetapi bisa bangkit kembali. Kebangkitan Yesus bukan untuk gagah-gagahan tetapi sebagai proklamasi atas kemenangan-Nya atas maut. 


(Angga.).

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih