Severity: Warning
Message: unlink(/home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/cache/category_posts_lang1): No such file or directory
Filename: drivers/Cache_file.php
Line Number: 279
Backtrace:
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/helpers/custom_helper.php
Line: 131
Function: get
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/core/Core_Controller.php
Line: 186
Function: get_cached_data
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/application/controllers/Home_controller.php
Line: 8
Function: __construct
File: /home/u729339658/domains/redaksidaerah.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once
4 Mar 2026 - 123 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Isu temuan roti berjamur yang diterima siswa SDN 11 Baringin, Guguak Katitiran, Nagari Baringin, meledak menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Kekhawatiran orang tua membesar, tudingan beredar cepat, dan satu nama usaha ikut terseret: SPPG Balai Janggo. Namun, apakah benar demikian?
Owner SPPG Balai Janggo, Veny Friska Novia, akhirnya angkat bicara. Dalam pernyataan resminya, ia membantah keras keterlibatan pihaknya dalam distribusi roti yang dipersoalkan tersebut. Klarifikasi itu bukan sekadar pembelaan, melainkan penegasan batas tanggung jawab.
Menurut Veny, SDN 11 Baringin bukan bagian dari wilayah distribusi SPPG Balai Janggo yang beroperasi di Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas. Tidak ada kontrak, tidak ada pengiriman rutin, dan tidak ada relasi kerja sama dengan sekolah tersebut.
“Secara profesional kami tegaskan, SDN 11 Baringin tidak berada dalam daftar distribusi kami. Kami tidak pernah mengirim produk ke sana,” ujarnya tegas.
Isu ini, jika diklasifikasikan, masuk dalam kategori dugaan kelalaian distribusi pangan sekolah. Namun pada sisi lain, muncul pula dimensi baru: potensi disinformasi. Ketika sebuah nama usaha disebut tanpa verifikasi, risiko reputasi menjadi taruhan.
Veny menyayangkan beredarnya informasi yang mengaitkan SPPG Balai Janggo tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Dalam konteks krisis pangan sekolah, akurasi sumber distribusi adalah titik krusial. Salah alamat tudingan bisa mengaburkan akar persoalan yang sebenarnya.
Ia menjelaskan, setiap distribusi dari dapur produksinya terdokumentasi rapi—mulai dari daftar sekolah mitra, jumlah produk, hingga jadwal pengiriman. Sistem ini, kata dia, menjadi bagian dari mekanisme kontrol mutu sekaligus pengamanan legal usaha.
Dari sisi klasifikasi keamanan pangan, Veny menegaskan pihaknya menerapkan prosedur standar: pengecekan tanggal kedaluwarsa, inspeksi fisik produk, hingga pemeriksaan akhir sebelum barang keluar dari dapur produksi. Rantai distribusi mereka, katanya, berbasis kontrol berlapis.
Meski membantah keterlibatan, Veny tetap menyampaikan empati kepada siswa dan pihak sekolah. Ia menilai kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengadaan dan distribusi makanan sekolah, siapa pun penyedianya.
Polemik roti berjamur ini pada akhirnya membuka dua isu besar: keamanan pangan anak sekolah dan akurasi informasi publik. Yang pertama menyangkut keselamatan generasi muda, yang kedua menyangkut kredibilitas. Keduanya tidak boleh ditangani setengah hati. Jika ada kelalaian, harus jelas siapa penanggung jawabnya. Jika ada kekeliruan informasi, harus diluruskan seterang-terangnya. Publik berhak tahu—dan anak-anak berhak atas makanan yang aman.
---
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0