2 Okt 2025 - 126 View
Nagan Raya, RedaksiDaerah.com – PT Nagan Cipta Nusantara (NCN) secara resmi memulai pembangunan Pelabuhan Terminal Khusus Batu Bara beserta jalan hauling sepanjang 10 km di Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Proyek ambisius ini diumumkan dalam Coaltrans Asia 2025 di Bali dan menjadi langkah strategis untuk menjadikan Aceh sebagai pusat ekspor batu bara kelas dunia.
Tahapan Pembangunan dan Infrastruktur
1. Pelabuhan Batu Bara
Tahap pertama pembangunan akan menyiapkan pelabuhan dengan kapasitas minimal 40 ribu ton per hari, dilengkapi fasilitas bongkar muat modern, dermaga tahan gelombang tinggi, serta area penyimpanan yang luas. Pelabuhan ini ditargetkan beroperasi pada kuartal II 2026.
2. Jalan Hauling Tambang–Pelabuhan
Tahap kedua adalah pembangunan jalan hauling sepanjang 10 km yang menghubungkan tambang ke pelabuhan, mempercepat distribusi dan mengurangi biaya logistik. Jalan ini dirancang untuk kendaraan tambang kelas berat dengan sistem drainase dan keamanan tertinggi.
3. Pelabuhan CPO (Crude Palm Oil)
Tahap ketiga fokus pada pengembangan fasilitas pelabuhan untuk CPO, mendukung diversifikasi komoditas ekspor Aceh sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di sektor perkebunan.
Investasi dan Dampak Ekonomi
Total investasi: Rp1,4 triliun
Target ekspor: 1 juta ton per bulan atau 12 juta ton per tahun
Kontribusi devisa negara: Diperkirakan Rp5,9 triliun per tahun
Lapangan kerja: Ribuan peluang kerja baru terbuka bagi masyarakat lokal, termasuk tenaga teknis, operator, logistik, dan UMKM penunjang.
Pasar utama: India, yang selama ini menjadi konsumen utama batu bara Aceh, akan mendapat pasokan lebih efisien dan stabil.
Komitmen Lingkungan dan Keselamatan
NCN menegaskan seluruh pembangunan akan mengikuti standar lingkungan hidup dan keselamatan kerja tertinggi, termasuk:
Monitoring dampak lingkungan secara berkala
Sistem pengelolaan limbah tambang yang ramah lingkungan
Program pelatihan keselamatan untuk semua pekerja
Upaya konservasi habitat lokal dan rehabilitasi area terdampak
Signifikansi Strategis
Aceh memiliki cadangan batu bara yang melimpah, namun keterbatasan infrastruktur pelabuhan selama ini menjadi kendala ekspor. Proyek NCN menghadirkan solusi integrasi tambang-ke-pelabuhan, mempercepat arus komoditas ke pasar internasional, menurunkan biaya logistik, dan mengurangi ketergantungan pada jalur distribusi luar daerah.
Selain itu, proyek ini membuka peluang pengembangan sektor komoditas lain, mendorong ekonomi lokal, dan memperkuat posisi Aceh sebagai provinsi dengan daya saing tinggi di pasar global.
Dengan total investasi Rp1,4 triliun, pelabuhan ini diharapkan menjadi ikon baru pertumbuhan ekonomi Aceh sekaligus memperkuat kontribusi provinsi terhadap devisa negara.
---
Reporter : Angga Maulana
Editor : Ryan Antoni
0
0
0
0
0
0