Redaksi Sumut

Mewujudkan Nelayan Dengan Hasil Tangkapan Meningkat Dan Aman Berbasis Info Cuaca

2 Okt 2021 - 157 View

 

Redaksidaerah.com, Belawan

BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Medan mengadakan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Tahun 2021 dengan rencana jumlah peserta 100 orang untuk 3 wilayah dan pada tanggal 02 Oktober 2021, bertempat di Aula Kantor Kecamataan Medan Belawan Kota Medan dengan mengambil Tema " MEWUJUDKAN NELAYAN DENGAN HASIL TANGKAPAN MENINGKAT DAN AMAN BERBASIS INFO CUACA ", Acara dibuka oleh *Anggota Komisi V DPR RI Bpk. H. Irmadi Lubis*. Dalam Sambutannya Komisi V DPR RI Menyampaikan : Sebagai anggota Komisi V beliau menyambut baik terhadap kegiatan ini karena ini adalah kegiatan yang nyata bagi nelayan agar nelayan semakin paham tentang cuaca , dan memohon agar para narasumber dari BMKG dapat memberikan informasi yang sejelas-jelasnya tentang cara memahami informasi cuaca agar nelayan dapat bekerja dilaut dengan aman, dan komisi V akan sangat mendukung peningkatan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di waktu yang akan datang agar bisa dilaksanakan lebih banyak lagi. Kita inginnya yang ikuti pelatihan disini menjadi penyambung informasi BMKG, setelah latihan disini bisa menyebarkan ke teman nelayan lain yang tidak bisa ikut, sehingga nelayan lainnya juga tau tentang informasi cuaca maritim dari BMKG. Turut hadir Bapak Deputi Bidang Meteorologi BMKG Bpk. Guswanto, S.Si, M.Si, Kepala Pusat Meteorologi maritime Bpk. Eko Prasetyo, MT Secara Virtual, Bpk Kabal MKG Wilayah 1 Medan Bpk. Hartanto, ST, MM serta dan Perwakilan dari Walikota Medan yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan Bpk. Ir. Ikhsar Rsyad Marbun, M.Si dan tamu undangan stakeholder terkait, Serta Para KUPT BMKG seluruh Indonesia secara daring dgn 35 peserta dari penyuluh perikanan dan Nelayan, Tokoh Nelayan dan HSNI, diwilayah Medan . Deputi Bidang Meteorologi BMKG Bapak Guswanto pada acara tersebut menyatakan Menekankan pentingnya informasi cuaca dan iklim dalam mendukung Nawacita ketahanan pangan pemerintah, BMKG mendukung meningkatkan pamahaman cuaca dan iklim kepada nelayan, pengoptimalisasi informasi cuaca dan iklim terhadap penyuluh nelayan dan dinas terkait. Agar informasi yang diberikan dapat di pahami dengan baik. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Medan Bpk. Ir. Ikhsar Risyad Marbun, M.Si mewakili kota medan menyampaikan "bahwa Kapal ikan, alat tangkap ikan dan nelayan merupakan tiga faktor yang mendukung keberhasilan dari program peningkatan produksi dan pendapatan nelayan tadi. Aktifitas menangkap ikan, atau operasi penangkapan ikan terutama di laut adalah kegiatan yang beresiko tinggi. Oleh karena itu, faktor keselamatan kapal maupun nelayan harus diperhatikan karena merupakan hal yang utama untuk menunjang kesuksesan suatu operasi penangkapan ikan. Nah, informasi cuaca dan gelombang dari BMKG sangat penting untuk mendukung hal itu." ucapnya Pada Kegiatan SLCN ini, Peserta sangat antusias dengan pemberian materi oleh narasumber yang di harapkan dapat menambah pengetahuan mengenai pentingnya informasi cuaca dalam kegiatan nelayan ketika melaut, kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan dengan harapan kegiatan ini dapat diselenggarakan secara kontiniu sehingga target dari SLCN dapat langsung dirasakan nelayan. Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Medan Sugiyono, ST., M.Kom, selaku penyelenggara kegiatan SEKOLAH LAPANG CUACA NELAYAN thn 2021 tersebut menyatakan bahwa, “BMKG ingin lebih semakin nyata memberikan kontribusi terhadap keselamatan, kelancaran, dan efisiensi bagi operasi kegiatan nelayan di laut. Hal itu dikarenakan BMKG, sesuai amanat UU No.31 Tahun 2009 adalah satu-satunya instansi yang berkewajiban menyediakan informasi cuaca dan gelombang laut di wilayah NKRI”, maka diadakan sekolah lapang nelayan ini dengan mengundang penyuluh perikanan dan nelayan serta steakholder yg terkait di Belawan Medan. [2/10 17.13] Lipson RD: "70 persen luas wilayah Indonesia adalah lautan. Potensinya sangat besar untuk menjadi penggerak perekonomian nasional. Sesuai program pemerintah yaitu Indonesia sebagai Poros Maritim. Masalahnya, hingga saat ini potensi tersebut belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Pemerintah kini terus berupaya menggenjot produksi sektor kelautan dan pendapatan nelayan. BMKG, sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk BMKG dalam Perka BMKG no 5 Tahun 2014, memiliki tugas pokok dan fungsi memberikan dukungan pengembangan potensi kelautan serta mitigasi bencana laut dan pesisir yang meliputi : perhubungan laut, jasa kelautan, industri kelautan, perikanan, wisata bahari, pembangunan kelautan, dan energi dan sumber daya mineral di laut. Hal ini menunjang program pemerintah dan nawacita pembangunan (PERPRES No. 2 Tahun 2015) yaitu salah satunya adalah terwujudnya program pengembangan ekonomi maritim dan kelautan.” ucapnya. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut diketahui faktor penyebab terjadinya kecelakaan kapal di Indonesia, termasuk kecelakaan kapal ikan, yaitu faktor human error (43,67%), faktor alam (32,37%), dan faktor teknis (23,94%). Faktor alam merupakan faktor penyebab kecelakaan kapal ikan yang tidak dapat dihindari pada saat operasi penangkapan ikan. “Faktor cuaca buruk merupakan permasalahan yang sering kali dianggap sebagai penyebab utama dalam kecelakaan laut. Permasalahan yang biasanya dialami adalah badai, gelombang yang tinggi yang dipengaruhi oleh musim/badai, arus yang besar, kabut yang mengakibatkan jarak pandang yang terbatas. Diperlukan pemahaman yang baik dan utuh dari nelayan terhadap faktor alam tersebut, disamping perhatian yang besar dari pemerintah untuk menjamin keselamatan dan kesejahteraan para nelayan. “Adanya informasi tentang perikanan dan cuaca bisa dipadukan, misalnya nelayan diberikan informasi peta daerah mana yang potensi untuk tangkap ikan sekaligus bagaimana kondisi cuaca dan gelombangnya tersebut bisa mendukung penghasilan dan kesejahteraan nelayan. Sudah saatnya, nelayan kita menangkap ikan dengan tujuan yg terarah dan terukur dalam kondisi yg aman dan selamat, tidak lagi sekedar mencari ikan di laut lepas”, tambah Sugiyono.

Reporter : LP Sitinjak / Editor : Lia Hambali

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih