Redaksi Sumut

Pemandangan inti Kota di Kabupaten Karo yang membuat pandangan mata sakit

Kota Kabanjahe dan Kota Wisata Berastagi Dinilai Semberawut dan Jorok

15 Nov 2020 - 195 View

Pemandangan inti Kota di Kabupaten Karo yang membuat pandangan mata sakit

 


Karo-Sumut


Kesemberawutan inti Kota Kabanajahe dan Kota Berastagi sebagai Ibukotanya Kabupaten Karo sepertinya tidak ada perhatian sama sekali,pasalnya belakangan ini di sejumlah lokasi badan jalan baik di kota Kabanjahe maupun di kota Wisata Berastagi, pedagang marak menggelar barang jualannya  di atas badan jalan .Melihat itu, Sat Pol PP Kabupaten Karo dinilai lemah dan tidak tegas untuk menertibkannya sehingga mengganggu warga yang melintas

“Seharusnya, tim penertiban Satpol PP tegas dan jangan pilih kasih, yang salah tetap salah, jangan hari ini ditertibkan, besok yang lainnya bebas berjualan di tempat terlarang, berarti mereka "loyo dan tidak tegas sama sekali "ucap salah  seorang warga Kabanjahe yang sedang melintas di Jalan Jalan Veteran Berastagi kepada wartawan, Minggu (15/11/2020 )sekira jam 11.30 Wib.

Lebih lanjut dikatakannya,bahwa belakangan ini sejumlah ruas badan jalan termasuk trotoar di Kota Kabanjahe dan Berastagi  banyak yang beralih fungsi. Hal seperti itu bisa dilihat di Jalan Vetran Berastagi dan bukan lagi cuma trotoar yang “dicaplok” jadi tempat jualan bahkan badan jalan . Demikian juga di Jalan Pasar banyak oknum warga memanfaatkan badan jalan untuk sarana berjualan.

Hal yang sama bisa disaksikan di Jalan Veteran Berastagi dan Jalan Abdul Kadir Kabanjahe. Hampir di semua ruas jalan yang menyalahi bisa kita lihat. Anehnya hal seperti itu tidak menjadi perhatian Sat Pol PP Kabupaten Karo termasuk Dinas Perizinan Pemkab Karo, tak pelak lagi banyak yang bilang kota ini layaknya “kota  semberawut ”,katanya lagi

Hal yang sama dikatakan salah seorang pedagang di Jalan Veteran Berastagi, pedagang yang enggan menyebutkan identitasnya itu, menuding keras Sat Pol PP Kabupaten Karo pilih bulu, ada yang ditertibkan, ada lagi yang tidak ditertibkan, “Anehnya, yang lain bisa berjualan sembarangan, sementara yang lainnya tidak bisa, berarti ini peraturan asal-asalan,” lontar sejumlah pedagang lainnya.

Demikian juga di jalan utama kota Wisata Berastagi, kesemberawutan Kota Berastagi dari para PKL yang berjualan di sembarang tempat tidak menjadi perhatian Sat Pol PP Kabupaten Karo. “Mereka (Sat Pol PP) tidak berdaya menertibkan para PKL yang semena-mena berjualan memanfaatkan trotoar dan badan jalan, hal ini supaya menjadi perhatian serius Bupati Karo,” ujar mereka serentak.

Karena biar bagaimana pun, jika anak buah Bupati tidak mampu melaksanakan tugasnya sesuai tupoksinya, Bupati Karolah yang menjadi sasaran kritikan warga,kalau tahu Stafnya tidak mampu, ya diganti saja, jangan dilama-lamakan, kecam sejumlah warga geram.

Kalau saja, Kepala Sat Pol PP-nya kreatif bisa saja berkolaborasi dengan Dinas Perizinan maupun Dinas Perhubungan Kabupaten Karo, jangan hanya diam tanpa ada upaya menertibkan,selaku penegak dan pengawal Peraturan Daerah (Perda), harusnya Sat Pol PP gencar melakukan penertiban dan menegakan aturan.

Selain mengganggu lalu lintas, keberadaan pedagang yang memanfaatkan badan jalan kembali menambah kesemberawutan dalam kota Kabanjahe, Tigapanah, Merek dan Berastagi yang menjadi lintasan Jalan Nasional di Kabupaten Karo. Para pedagang dengan mudah menambah lapak daganganya di atas badan jalan, termasuk penyalahgunaan trotoar. Semestinya hal-hal seperti ini yang perlu ditertibkan secara rutin, sehingga kawasan jalan nyaman, tertib, bersih dan tidak awut-awutan begini, tegasnya.

Terpisah , Hendrik Tarigan selaku Kepala Satpol PP Kabupaten Karo ketika di media terkait Pedagang Kaki Lima mengatakan " beberapa minggu yang lewat sudah pernah kita tertibkan ,mungkin kalianpun tahu,cuma mungkin karena  situasi sekarang ,kita mau melaksanakan  Pilkada , kita pun harus menjaga agar tidak ada benih gejolak, bukan berarti kita izinkan mereka berjualan di sembarang tempat , itu pasti kita tertibken tapi mungkin dengan cara persuasif ," ucap Hendrik Tarigan menjelaskan.

Hal yang sama juga di sampaikan Kadis Perhubungan Kabupaten Karo, Gelora Fajar Purba terkait masalah tersebut, ia mengakui bahwa memang rencana penataan di kawasan Jalan Veteran akan ditata kembali.

"Segera kami benahi kembali, dan segera saya perintahkan Kordinatir Lapangan untuk menertibkan pedagang yang berada di lokasi parkir, dan rencananya nanti akan kita patroli setiap hari agar tidak berulang - ulang," katanya. 


Lia Hambali

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih