Alor

Kondisi Jalan Umasuker-Kateri

Ketua BEM STISIP FTA Bongkar Buruknya Proyek Jalan Umasuker–Kateri: Baru Sebulan, Sudah Retak dan Tergenang, Uang Rakyat Diduga Dikorbankan

2 Feb 2026 - 152 View

Kondisi Jalan Umasuker-Kateri

Atambua- Pekerjaan peningkatan jalan Umasuker–Kateri kembali menuai sorotan tajam dari kalangan mahasiswa. Ketua BEM STISIP Faajar Timur Atambua Fridus Kali secara terbuka menilai proyek tersebut dikerjakan secara asal jadi dan jauh dari standar kualitas infrastruktur yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Pasalnya, jalan yang baru saja rampung sekitar satu bulan lalu kini sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius, mulai dari retakan di sejumlah titik hingga genangan air setiap kali hujan turun.

Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan mencederai logika publik. Infrastruktur yang dibiayai dari uang rakyat semestinya memiliki daya tahan jangka panjang, bukan justru rusak sebelum masyarakat sempat menikmati manfaatnya. Fakta bahwa air hujan menggenang di atas badan jalan hingga menyerupai kolam renang menjadi bukti nyata lemahnya kualitas pekerjaan di lapangan.

“Ini sangat memprihatinkan. Umur jalan belum seumur jagung, tapi kondisinya sudah rusak. Retak-retak terlihat jelas dan setiap hujan turun, air menggenang di badan jalan. Ini menunjukkan kualitas pekerjaan yang patut dipertanyakan,” tegas Ketua BEM STISIP FTA.

Fridus menegaskan, persoalan ini tidak bisa dianggap sepele atau sekadar cacat kecil proyek. Retakan pada aspal dan buruknya sistem drainase tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat serta berpotensi mempercepat kerusakan struktural jalan secara keseluruhan.

Lebih jauh, Ketua BEM STISIP FTA menduga kuat adanya kelalaian teknis yang sistemik, mulai dari tahap perencanaan, pemilihan dan kualitas material, hingga lemahnya pengawasan selama proses pengerjaan. Ia menilai proyek ini mencerminkan pola lama pembangunan yang lebih mengutamakan penyerapan anggaran daripada kualitas dan keberlanjutan.

“Kalau hujan sedikit saja jalan sudah tergenang, berarti sistem drainase dan kemiringan jalan tidak diperhitungkan dengan baik. Ini bukan soal sepele, ini soal uang rakyat dan tanggung jawab publik,” lanjutnya dengan nada keras.

Menurutnya, kegagalan memperhitungkan aspek teknis dasar seperti kemiringan jalan dan saluran air adalah bentuk ketidakseriusan pengelola proyek. Hal ini memperkuat kecurigaan publik bahwa proyek-proyek infrastruktur di daerah kerap dijalankan hanya untuk memenuhi target administratif, bukan kebutuhan riil masyarakat.

Atas kondisi tersebut, BEM STISIP FTA secara tegas mendesak pemerintah daerah dan instansi teknis terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap proyek jalan Umasuker–Kateri. Audit tersebut harus mencakup aspek anggaran, kesesuaian spesifikasi teknis, hingga pelaksanaan fisik di lapangan.

Tidak hanya itu, Ketua BEM STISIP FTA juga menuntut kontraktor pelaksana bertanggung jawab penuh dan tidak lepas tangan atas kerusakan yang sudah terjadi, meski usia jalan masih sangat muda.

“Kami mendesak audit segera. Jangan sampai proyek-proyek infrastruktur hanya menghabiskan anggaran, tapi tidak memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Jika terbukti ada pelanggaran, harus ada sanksi tegas,” tandasnya.

Ia menegaskan, pembiaran terhadap proyek bermasalah hanya akan melanggengkan praktik pembangunan yang merugikan rakyat dan membuka ruang bagi penyalahgunaan anggaran. Karena itu, penegakan akuntabilitas dan transparansi harus menjadi prioritas.

Sebagai bentuk kontrol sosial, BEM STISIP FTA menyatakan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan tanggung jawab nyata dari pihak-pihak terkait. Mereka menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Kabupaten Malaka tidak boleh berhenti pada seremoni peresmian semata, tetapi harus benar-benar berkualitas, aman, dan berpihak pada kepentingan rakyat.

“Jika suara rakyat terus diabaikan, maka kritik akan terus kami suarakan,” tutup Ketua BEM STISIP FTA dengan tegas.

 

Editor : Airon Salek

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih