Redaksi Sumbar

Suasana pembukaan MTQ ke-43 Kabupaten Tanah Datar di Lapangan Simabur yang dipadati masyarakat dan kafilah dari berbagai kecamatan.

Pariangan Sukses Gelar Pembukaan MTQ, Namun Kemacetan Simabur Jadi Sorotan Publik

19 Jun 2026 - 25 View

Suasana pembukaan MTQ ke-43 Kabupaten Tanah Datar di Lapangan Simabur yang dipadati masyarakat dan kafilah dari berbagai kecamatan.

Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-43 tingkat Kabupaten Tanah Datar di Nagari Simabur, Kecamatan Pariangan, Jumat (19/6), menyuguhkan dua wajah yang kontras. Di satu sisi, kemegahan dan khidmatnya acara menuai pujian. Di sisi lain, semrawutnya pengelolaan parkir dan lalu lintas menjadi catatan serius yang sulit diabaikan.

 

Ribuan masyarakat yang memadati kawasan Simabur sejak sore hari harus berjibaku dengan kemacetan panjang di sejumlah titik menuju arena utama. Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan roda dua maupun roda empat terparkir tanpa pola yang jelas, bahkan memakan sebagian badan jalan yang menjadi akses utama masyarakat dan kafilah.

 

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan teknis penyelenggara, khususnya dalam aspek rekayasa lalu lintas dan manajemen parkir. Antusiasme masyarakat yang tinggi memang patut diapresiasi, namun absennya pengaturan yang efektif membuat kenyamanan pengunjung menjadi terganggu.

 

Sejumlah pengunjung mengaku membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai lokasi pembukaan akibat kepadatan kendaraan yang menumpuk di sekitar Pasar Simabur. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan besarnya skala acara yang telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.

 

Ironisnya, kesemrawutan di luar arena justru berbanding terbalik dengan kondisi di dalam lokasi utama. Lapangan Sepak Bola Simabur yang menjadi pusat kegiatan tampil megah, tertata rapi, dan mampu menghadirkan suasana religius yang khidmat di tengah keterbatasan anggaran daerah.

 

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kerja keras panitia Kecamatan Pariangan yang mampu menyulap lapangan desa menjadi panggung utama MTQ yang representatif. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah, penyelenggaraan pembukaan tetap berlangsung meriah tanpa kehilangan nilai sakralnya.

 

Namun sorotan utama malam itu bukan hanya pada kemegahan seremoni. Bupati Tanah Datar, Eka Putra, melontarkan peringatan keras yang langsung menyita perhatian publik dan peserta MTQ.

 

Di hadapan ribuan masyarakat, kepala daerah tersebut menegaskan bahwa integritas merupakan harga mati dalam pelaksanaan MTQ. Ia mengingatkan seluruh dewan hakim, panitia, dan peserta agar tidak bermain-main dengan prinsip kejujuran selama perlombaan berlangsung.

 

“Jika saya menemukan adanya indikasi kecurangan, maka saya tidak segan-segan membatalkan kegiatan MTQ ini,” tegas Eka Putra dalam sambutannya yang disambut perhatian serius para tamu undangan.

 

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah tidak ingin MTQ tercoreng oleh praktik-praktik yang berpotensi merusak kredibilitas perlombaan. Ancaman pembatalan kegiatan bahkan menjadi peringatan paling keras yang pernah disampaikan dalam pembukaan MTQ tingkat kabupaten dalam beberapa tahun terakhir.

 

Bupati menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar arena perebutan gelar juara. Menurutnya, esensi utama kegiatan adalah memperkuat ukhuwah Islamiyah, membangun kebersamaan masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

 

Senada dengan itu, Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, mengingatkan seluruh peserta agar tidak terjebak pada ambisi meraih kemenangan semata. Baginya, keberhasilan MTQ sejatinya diukur dari tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an. Di tengah catatan persoalan parkir dan lalu lintas yang masih perlu dievaluasi, pesan integritas yang disampaikan Bupati menjadi pengingat bahwa kesuksesan sebuah MTQ tidak hanya diukur dari kemegahan panggungnya, tetapi juga dari kejujuran proses dan kualitas penyelenggaraannya.

Reporter: Fernando Stroom 

Editor: RD TE Sumbar 

Sumber: Liputan 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih