14 Feb 2026 - 216 View
Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, M. Shadiq Pasadigoe, turun langsung menemui pedagang kuliner yang terdampak rencana penataan kawasan di sekitar Lapangan Gumarang, Sabtu (14/2). Pertemuan yang berlangsung di depan Rumah Aspirasi miliknya itu berubah menjadi forum curhat terbuka soal ancaman relokasi yang dinilai bisa memangkas pendapatan pedagang kecil.
Sejumlah pedagang menyampaikan kegelisahan mereka atas kebijakan pemindahan lokasi berjualan yang hingga kini dinilai belum memiliki kejelasan teknis. Mereka mempertanyakan kepastian tempat pengganti, skema penataan, hingga jaminan keberlangsungan usaha di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
“Kalau dipindahkan, apakah lokasi baru seramai di sini? Bagaimana nasib pelanggan kami?” keluh salah seorang pedagang dalam forum tersebut. Kekhawatiran utama mereka bukan sekadar soal tempat, tetapi tentang potensi kehilangan mata pencaharian.
Isu penataan kawasan Lapangan Gumarang memang menjadi perhatian publik. Pemerintah daerah disebut tengah mendorong pembenahan tata ruang demi aspek kebersihan, estetika, dan ketertiban kota. Namun, bagi pedagang kecil, kebijakan tanpa skema transisi yang jelas berpotensi menjadi pukulan ekonomi.
Dalam dialog yang berlangsung terbuka, pedagang meminta agar pemerintah tidak hanya melihat penataan dari sisi keindahan kota, tetapi juga mempertimbangkan dimensi sosial dan ekonomi masyarakat bawah yang menggantungkan hidup dari aktivitas harian di kawasan tersebut.
Menanggapi aspirasi itu, M. Shadiq menegaskan bahwa kunjungan daerah pemilihan (kundapil) adalah bagian dari tanggung jawab konstitusionalnya sebagai wakil rakyat. Ia berjanji akan menyampaikan seluruh masukan pedagang kepada Bupati Tanah Datar untuk dibahas secara dialogis.
“Saya menampung semua aspirasi hari ini. Ini akan saya komunikasikan langsung dengan Bupati Tanah Datar agar ada solusi bijaksana yang tidak merugikan masyarakat kecil,” tegasnya di hadapan para pedagang.
Meski demikian, ia juga mengingatkan agar pedagang tetap menjaga ketertiban dan menghormati kebijakan pemerintah daerah yang sedang berproses. Menurutnya, penataan kawasan pada prinsipnya ditujukan untuk kepentingan bersama, termasuk aspek tata ruang dan kebersihan kota.
Pernyataan tersebut memunculkan harapan sekaligus tanda tanya: sejauh mana aspirasi ini akan benar-benar memengaruhi keputusan akhir pemerintah daerah? Publik kini menanti langkah konkret, bukan sekadar janji komunikasi.
Sehari sebelumnya, Jumat (13/2), M. Shadiq juga menggelar rangkaian kundapil dengan bertemu wali nagari, wali jorong, kader PKK, dan Bundo Kanduang se-Kecamatan Sepuluh Koto di RM Sawah Sembilan. Agenda itu membahas pembangunan nagari, pemberdayaan perempuan, dan penguatan ekonomi lokal.
Rangkaian kegiatan kundapil ini menegaskan posisi M. Shadiq sebagai penghubung aspirasi daerah ke tingkat nasional. Namun, bagi pedagang kuliner Lapangan Gumarang, ukuran keberhasilan bukan pada seberapa sering kunjungan dilakukan—melainkan pada keputusan nyata yang menjamin keberlangsungan usaha mereka di ruang kota yang terus berubah.
----
Reporter: Fernando Stroom
Editor: RD TE Sumbar
Sumber: Liputan
0
0
0
0
0
0