Redaksi Sumbar

Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendryana, S.Sos., M.M., bersama unsur pimpinan daerah menghadiri Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Piala Bupati Cap Tanah Datar 2026 di Gelanggang Dang Tuanku, Bukik Gombak, Kabupaten Tanah Datar, 18–19 Oktober 2026.

Pacu Kuda Bupati Cup 2026 Bergemuruh, Dandim Tanah Datar Soroti Kesehatan di Tengah Ancaman Asap

18 Okt 2026 - 62 View

Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendryana, S.Sos., M.M., bersama unsur pimpinan daerah menghadiri Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Piala Bupati Cap Tanah Datar 2026 di Gelanggang Dang Tuanku, Bukik Gombak, Kabupaten Tanah Datar, 18–19 Oktober 2026.

Tanah Datar, RedaksiDaerah.com — Gelanggang Dang Tuanku, Bukik Gombak, Kabupaten Tanah Datar, bergemuruh saat Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Piala Bupati Cap Tanah Datar 2026 digelar pada 18–19 Oktober 2026. Ribuan antusiasme masyarakat mewarnai ajang olahraga tradisional kebanggaan Luhak Nan Tuo tersebut. Namun, di balik kemeriahan dan persaingan di lintasan, pesan tentang kesehatan, keselamatan, dan sportivitas menjadi perhatian yang tidak kalah penting.

 

Komandan Kodim (Dandim) 0307/Tanah Datar, Letkol Arm Hendryana, S.Sos., M.M., hadir memberikan dukungan terhadap pelaksanaan alek budaya tersebut. Kehadirannya menegaskan bahwa pacu kuda bukan sekadar tontonan rakyat atau perlombaan memperebutkan gelar juara, melainkan bagian dari identitas budaya Minangkabau yang perlu dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

 

Dalam kegiatan itu, Dandim tampak mendampingi Bupati Tanah Datar Eka Putra, S.E., M.M., Kapolres Tanah Datar AKBP Marwan Fajrin, S.I.K., M.I.K., Kepala Kejaksaan Negeri Tanah Datar Ryan Palasi, S.H., M.H., serta Direktur BNK Nagari Gusti Randa. Kehadiran unsur pimpinan daerah tersebut memperlihatkan dukungan lintas sektor terhadap penyelenggaraan kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat luas.

 

Meski demikian, besarnya antusiasme publik menuntut penyelenggara tidak hanya berorientasi pada kemeriahan acara. Aspek keamanan, ketertiban, keselamatan penonton, dan kesiapan menghadapi kondisi darurat harus menjadi bagian penting dari penyelenggaraan. Sebab, keberhasilan sebuah alek rakyat tidak semata-mata diukur dari ramainya pengunjung, tetapi juga dari kemampuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

 

Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Arm Hendryana, menyampaikan kebanggaannya terhadap keberlangsungan tradisi pacu kuda di Tanah Datar. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai budaya dan sosial yang kuat karena mempertemukan masyarakat dalam semangat kebersamaan. Ia berharap tradisi yang telah mengakar itu terus dilestarikan tanpa kehilangan nilai-nilai sportivitas dan persaudaraan.

 

Ia juga mengingatkan bahwa persaingan di lintasan harus berlangsung secara sehat. Setiap peserta diharapkan mampu mengendalikan emosi, menghormati aturan, serta menerima keputusan perlombaan dengan lapang dada. Kemenangan, menurut prinsip sportivitas, harus diperoleh melalui persaingan yang jujur, bukan melalui tindakan yang dapat memicu perselisihan.

 

Di tengah kemeriahan tersebut, kondisi udara di kawasan Batusangkar yang dilaporkan kurang baik akibat asap turut menjadi perhatian. Dandim mengingatkan masyarakat, peserta, panitia, dan pengunjung agar tidak mengabaikan risiko kesehatan akibat paparan asap, terutama bagi anak-anak, lansia, serta warga yang rentan mengalami gangguan pernapasan. Imbauan ini menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap kesehatan masyarakat.

 

Masyarakat diimbau mengurangi paparan asap, menggunakan masker yang sesuai apabila diperlukan, serta segera mencari tempat dengan kualitas udara lebih baik jika mengalami sesak napas, batuk berat, atau iritasi. Apabila keluhan berlanjut atau memburuk, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan. Panitia juga perlu memperhatikan informasi kualitas udara dan memastikan langkah penanganan darurat tersedia selama kegiatan berlangsung.

 

Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Piala Bupati Cap Tanah Datar 2026 sekaligus membuka peluang bagi pergerakan ekonomi masyarakat, mulai dari pedagang kecil hingga pelaku usaha di sekitar gelanggang. Namun, manfaat tersebut akan lebih berarti apabila kegiatan diselenggarakan dengan tata kelola yang baik, pengamanan memadai, serta perhatian serius terhadap keselamatan pengunjung dan kesejahteraan peserta maupun kuda yang berlomba.

 

Pada akhirnya, kemegahan Pacu Kuda Bupati Cup 2026 tidak cukup hanya diukur dari riuh tepuk tangan dan ketatnya persaingan di lintasan. Pelestarian tradisi, keselamatan publik, kepedulian terhadap kondisi udara, dan penghormatan terhadap sportivitas harus berjalan beriringan. Dukungan Dandim 0307/Tanah Datar menjadi pengingat bahwa alek budaya kebanggaan Luhak Nan Tuo harus tetap hidup, tetapi kesehatan dan keselamatan masyarakat tidak boleh menjadi taruhan di tengah kemeriahan.

---------------

Reporter: Fernando Stroom 

Editor: RD TE Sumbar 

Sumber: Liputan 

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih