Redaksi Jatim

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama guru olahraga SD dan SMP se-Kota Malang di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Kamis (10/9/2026). Foto: Dunk

Dari Guru Olahraga, KONI Kota Malang Mulai Menyiapkan Juara Masa Depan

10 Sep 2026 - 12 View

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama guru olahraga SD dan SMP se-Kota Malang di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Kamis (10/9/2026). Foto: Dunk

Malang, Redaksidaerah.com – Medali tidak lahir secara instan. Sebelum berdiri di podium, seorang atlet harus lebih dulu ditemukan, diarahkan dan ditempa. Karena itu, Kota Malang mulai memburu calon-calon juara sejak bangku sekolah.

Upaya tersebut dilakukan melalui Bimbingan Teknis Pencarian Bibit Atlet Berprestasi Usia Dini yang diikuti guru olahraga SD dan SMP se-Kota Malang yang digelar KONI Kota Malang di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Kamis (10/9/2026).

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat membuka langsung kegiatan tersebut. Hadir Pj Sekda Kota Malang, sejumlah kepala OPD, serta Ketua KONI Kota Malang R. Djoni Sujatmiko.

Bimtek ini menjadi bagian penting dari strategi regenerasi olahraga Kota Malang. Guru olahraga tidak hanya ditempatkan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai mata pertama untuk melihat potensi atlet yang selama ini tumbuh di lingkungan sekolah.

Wahyu mengatakan, sekolah menyimpan banyak potensi olahraga yang perlu ditemukan dan diarahkan sejak dini. Guru olahraga dinilai paling mengetahui kemampuan fisik, minat, sekaligus bakat para siswa.

“Guru olahraga yang paling mengetahui kemampuan siswa-siswinya. Dari sini kita berharap muncul bibit-bibit atlet yang nantinya bisa mewakili Kota Malang,” kata Wahyu.

Menurutnya, pencarian bibit harus dilakukan secara terukur. Siswa yang memiliki potensi tidak cukup hanya ditemukan, tetapi juga harus masuk dalam pola pembinaan yang berkelanjutan.

Hal senada disampaikan Ketua KONI Kota Malang R. Djoni Sujatmiko. Ia menyebut Bimtek tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi KONI dengan guru olahraga sekaligus membangun basis data atlet muda.

“Yang SD dan SMP ini utamanya untuk persiapan Porprov 2029 dan 2031. Kita kemarin minim data dari teman-teman cabang olahraga. Mana yang untuk 2029, mana yang untuk 2031 harus kita persiapkan dari sekarang,” ujarnya.

Djoni menjelaskan, persiapan menghadapi Porprov 2027 sudah relatif matang. Atlet yang diproyeksikan telah masuk puslat dan prapuslat. Kini, KONI mulai menggarap generasi setelahnya agar tidak terjadi kekosongan regenerasi.

Karena itu, melalui guru olahraga, KONI ingin menjaring sebanyak mungkin potensi. Setelah terkumpul, atlet akan dipetakan berdasarkan cabang olahraga dan tingkat potensinya untuk kemudian mendapatkan pembinaan.

“Sebanyak-banyaknya atlet kita kumpulkan. Kita lihat mana yang paling berpotensi, kemudian kita bina,” tegasnya.

Langkah tersebut sekaligus menjadi fondasi untuk mengejar target besar Kota Malang. Setelah mampu mencatatkan lebih dari 100 medali emas pada ajang Porprov sebelumnya, target Porprov berikutnya dipatok 222 emas.

Namun bagi KONI, target itu bukan akhir. Ada ambisi yang lebih besar di baliknya: menggeser dominasi Surabaya dan membawa Kota Malang menjadi nomor satu di Jawa Timur.

“Target maksimum tahun 2031 kita sudah harus mampu mengalahkan Surabaya. Harapannya 2029 kita sudah mampu, dan tahun 2031 kita harus menjadi nomor satu di Jawa Timur,” tandas Djoni.

Bimtek ini pun menjadi langkah awal dari target panjang tersebut. Sebab, atlet yang akan mengejar medali pada tahun 2029 dan 2031 bisa jadi hari ini masih duduk di bangku SD atau SMP—dan sedang menunggu ditemukan oleh guru olahraga mereka.

Reporter: Ana/Dunk

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih