Redaksi Sumut

Material bebatuan dan Kayu-kayu yang terbawa lahar dingin Gunung Sinabung

Akses Jalan Antar Kecamatan Terputus Akibat Lahar Dingin Dari Gunung Sinabung

22 Agt 2020 - 223 View

Material bebatuan dan Kayu-kayu yang terbawa lahar dingin Gunung Sinabung

Akses Jalan Antar Kecamatan Lumpuh Akibat Lahar Dingin Dari Gunung Sinabung

 

Karo - Sumut
Redaksidaerah.com.

Erupsi Gunung Api Sinabung yang terus menerus beberapa hari terakhir, ditambah curah hujan yang deras,menyebabkan turunnya lahar dingin pada hari ini Sabtu, 22 Agustus 2020  Pukul 11,10 Wib.

Saat ini sedang berlangsung banjir lahar dingin di sejumlah desa yang dilintasi bantaran sungai yang berada disekitar lereng Gunung Sinabung.

Dampak terparah terasa di Desa Sukatendel, Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara. Diduga karena tingginya intensitas curah hujan di sekitar puncak Gunung Api Sinabung, itulah yang mengakibatkan lahar dingin meluap dengan membawa material pasir bercampur lumpur, bebatuan besar dan kayu-kayu yang sudah lapuk  menutup jalur sungai sehingga meluber sampai kebagian atas Jembatan/Sabo Dam yang dibangun PT PP  yang ada di Desa Suka Tendel. 


Lahar dingin yang meluber hingga kebadan jalan mengakibatkan, jalan penghubung dari Desa Tiganderket menuju Kecamatan Kutabuluh untuk sementara belum bisa dilewati. Supaya akses jalan dari Tiganderket menuju Kutabuluh dapat dilewati, saat ini dibutuhkan alat berat (excavator)  untuk menormalisasi sejumlah material yang menyumbat jalur air yang ada di Jembatan/Sabo Dam tersebut.


Untuk sementara waktu,agar jalan bisa dilalui maka Personil Polsek Tiganderket dibantu Relawan dan warga sekitar bahu - membahu melakukan normalisasi secara manual, mudah-mudahan sebentar lagi sudah bisa di atasi,jelas Kapolsek Tiganderket, AKP.Jansen Bangun saat diminta keterangan oleh awak media melalui sambungan telepon miliknya. 

 

Lia Hambali

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

1

Sedih