Redaksi Nusantara

Akibat Bencana Alor, Puluhan Tewas, Petani Gagal Panen dan Komunikasi Putus

5 Apr 2021 - 215 View

Alor, RedaksiDaerah.com - Ferdy Lahal Selaku Asisten I Kabupaten Alor menuturkan bencana alam yang terjadi di Alor selama kurang lebih satu (1) minggu ini, mengakibatkan puluhan orang hilang, meninggal dunia, gangguan listrik, petani gagal panen, jalan dan jembatan dibeberapa kecamatan putus atau rusak total.

“Angin kecang, banjir, longsor, dan gelombang tinggi) yang terjadi di Alor hampir kurang lebih sudah satu minggu,” ucap Ferdy.

Ferdy menjelaskan, bencana alam tersebut merugikan masyarakat Alor.

“Bencana alam berdampak pada kerugian-kerugian masyarakat baik secara material, finansial maupun korban jiwa,” ujar Ferdy kepada awak media melalui Handphone seluler, (05/04/2021).

Sampai saat ini, korban jiwa yang meninggal dunia, hilang (belum ditemukan), tertimbun oleh longsor dan juga terbawa oleh banjir sedang dilakukan proses evakuasi.

“Korban jiwa itu terhempas banjir, meninggal dunia, sejumlah masyarakat hilang hingga belum ditemukan, kemungkinan tertimbun longsor dan terbawa banjir sedang dilakukan evakuasi,” terang Ferdy.

Ferdy menjelaskan, bukan hanya korban jiwa saja tetapi infrakstruktur listrik, jembatan dan jalan raya rusak parah.

“Pohon-pohon tumbang menghantam rumah masyarakat hingga mengakibat kerugian mencapai miliaran rupiah, Laut atau gelombang berkisar 5 sampai 6 meter, Jalan disegala tempat rusak total seperti di Kecamatan Abad, ATU, Alsel, Pantar, dan sebagainya serta jembatan benlelang dan Taramanan putus,” papar Ferdy.

Ferdy juga menyampaikan, bahwa saat ini Pemerintah Alor telah bekerja sama dengan TNI Polri, Basarnas Alor untuk melakukan proses evakuasi dan membuka posko.

“Seluruh organ Pemerintah setempat, TNI Polri, Basarnas dan organ-organ lain sedang bekerja sama untuk menangani persoalan ini. Kami juga berharap agar masyarakat Alor yang diluar Alor segera ikut mendukungnya,” jelas Ferdy.

Mengenai bencana banjir dan longsor Kecamatan Alor Tengah Utara, Sabdi Makanlehi selaku Camat Alor Tengah Utara membenarkan bahwa, angina kencang, longsor dan banjir merenguk  nyawa manusia, infrakstruktur dan komunikasi menjadi terputus.

“Korban di Welai Selatan, Kecamatan ATU terhitung 4 orang, yakni 2 orang meninggal dunia dan 2 orang belum ditemukan; Infrakstruktur berupa jalan raya menjadi rusak parah, rumah-rumah rata tanah, jembatan dibeberapa titik putus dan listrik ataupun jaringan komunikasi menjadi hilang,” kata Sabdi Makanlehi.

Sabdi mengatakan, kami akan ke Desa Mainang untuk melakukan proses evakuasi dan juga mencari korban yang hilang.

“Sebentar kami akan ke Mainang untuk melakukan pencarian korban yang hilang dan mengevakuasi atau mengamankan korban yang lain,” kata Sabdi.

Informasi lain dari berbagai sumber terpercaya yang dihimpun oleh Markus Kari selaku Ketua Pelaksana Pemuda Gerak Alor yang bergerak dilapangan menuturkan, korban jiwa mencapai puluhan orang.

“Belasan orang dilaporkan hilang dan meninggal dunia, yakni di Desa Tamakh, Kecamatan Pantar Tengah, (5) 3 orang meninggal dunia dan 2 orang belum ditemukan. Desa Nule, Kecamatan Pantar Timur, (5) 1 orang ditemukan meninggal dunia dan 4 orang belum ditemukan. Desa Bungabali, Kecamatan Pantar Timur, (3) 1 orang meninggal dunia dan 2 orang belum ditemukan. Desa Welai Selatan, Kecamatan Alor Tengah Utara, (4) 2 orang meninggal dunia dan 2 belum ditemukan. Desa Lippang, Kecamatan Alor Timur Laut (17) 1 orang ditemukan selamat dan 16 orang belum ditemukan. Desa Malaipea, Kecamatan Alor Tengah Utara, (6) 1 orang meninggal dan 5 orang belum ditemukan,” kata Markus.

Lebih lanjut, ini deretan pernyataan Kepala Desa di Alor

“Informasi yang saya dapat itu ada tiga orang hilang. Tapi satu ditemukan tidak bernyawa dan dua lainnya masih dalam proses pencarian oleh warga. Ada belasan rumah warga yang rusak total," tutur Kepala Desa Bungabali, Rehabeam Klaping.

Sama halnya dialami warga di Desa Nulle, Muhajirin Omy mengungkapkan warga Desa Nulle mengalami Bencana tanah longsor dan hujan deras yang mengakibatkan banjir melanda pemukiman warga.

"Kami kesusahan ambil data, karena situasi sekarang hancur. Korban belum diperkirakan, karena masih dalam pencarian," ujar Omy.

Sementara itu kondisi di Desa Kaleb, Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor juga terjadi demikian. Namun tidak ada warga yang hilang ataupun meninggal dunia.

"Kondisi yang terjadi itu sekitar jam 2 dini hari, angin ribut, hujan badai selalu ada. Tiba-tiba bunyi gemuruh. Ada belasan buah rumah yang ambruk total dan terbawa banjir ke laut," ungkap Kepala Desa Kaleb.

Mirisnya, menurut laporan sementara yang diterima media RedaksiDaerah.com, hingga saat ini belum ada penanganan sama sekali dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Alor maupun pihak terkait, sementara warga meminta Pemerintah Daerah Alor segera memberikan bantuan untuk mengatasi dampak bencana ini. Akibatnya warga mulai kekurangan kebutuhan pokok maupun kebutuhan lainnya.

 

Reporter  :  Fritz / Danil

Editor       :  Rj Samosir

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

0

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

1

Sedih