Redaksi Jateng

Kasus Limbah Desa Tanggan Gesi Semakin Viral

9 Okt 2021 - 116 View

Sragen, RedaksiDaerah.com - Tim media redaksidaerah.com mendatangi Desa Tanggan Kecamatan Gesi terkait menguak kebenaran akan adanya pemberitaan di sejumlah media masa terkait sampah dan pembuangan kotoran manusia yang sembarangan. Akhirnya sampai di lokasi yang telah ditunjukkan warga, tim kami pun tercengang ternyata benar apa yang menjadi pemberitaan di media masa ini.

Warga Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Sragen saat dikonfirmasi awak media mengaku kecewa menyikapi pernyataan Bupati Sragen soal wacana revitalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanggan.

Warga merasa sudah jenuh karena jawaban soal wacana penganggaran untuk revitalisasi sebenarnya sudah didengar sejak lima tahun lalu.

“Warga sangat kaget dan kecewa dengan pernyataan Ibu Bupati bahwa perbaikan tidak bisa seketika atau sak dhet sak nyet. Padahal warga kami sudah menyampaikan permasalahan soal TPA tersebut sejak beberapa tahun yang lalu,” papar Kades Tanggan, Mulyanto, saat ditemui team RedaksiDaerah.com Biro Sragen.

Saat dikonfirmasi awak media, Mulyanto angkat bicara revitalisasi dan anggaran itu sudah sering didengar warga.

Bahkan jawaban serupa juga pernah disampaikan, Bupati pada lima tahun lalu. Namun hingga kini, wacana revitalisasi itu tak juga direalisasi.

Janji janji yang telah dilontarkan Bupati Sragen membuat jengkel masyarakat .

Harusnya jangan asal janji tapi perlu bukti bahwa bupati dalam memerintah tanggap dan peduli keluhan warganya

“Masyarakat merasa hanya di bohongi dengan sejuta janji bertahun-tahun".

Jawaban sudah menganggarkan revitalisasi itu juga disampaikan Bupati dan didengar sejak 5 tahun lalu. Sampai sekarang sudah hampir dua tahun berjalan juga belum ada realisasi, tak ayal warga sudah bosan dengan janji janji palsu belaka para punggawa Kabupaten Sragen. Apakah mungkin jangka 4 tahun bisa selesai,” ujarnya.

Saat kami dilokasi kondisi kolam pembuangan limbah tinja di TPA Tanggan yang tanpa instalasi pengolahan (Ipal) sehingga memperparah dan menambah dampak polusi ke lingkungan sekitar.

Kades juga menyampaikan, berlarut-larutnya wacana revitalisasi TPA itu membuktikan bahwa dinas terkait dan Pemkab Sragen hanya umbar janji belaka dan tidak serius memperhatikan TPA.

Sejak 5 tahun yang lalu, kerap setiap saat desakan untuk lakukan perbaikan pengolahan serta instalasi pengolah limbah tinja juga terus disuarakan warga ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Termasuk pada audiensi beberapa bulan lalu antara tokoh masyarakat dan DLH yang di antaranya menyepakati akan dibangun saluran serta instalasi pengolah limbah tinja.

“Tapi kan realitanya sampai sekarang belum direalisasi. Kalau memang serius sebetulnya dari dulu harusnya sudah dibuat perencanaan penanganan TPA sehingga tidak sampai overload. Anggaran malah dihamburkan untuk sesuatu yang tidak ada hasilnya seperti pembuatan gas alternatif LPG. Anggarannya waktu itu sangat fantastis tapi sama sekali tidak ada manfaatnya bagi warga,” tegas Kades.

Kades menyampaikan jauh hari sejak ia menjabat Kades, dirinya juga sudah melaporkan permasalahan TPA dan disertakan solusi pemecahannya bersama BUMDesa.

Namun hal itu tidak pernah dihiraukan. Sehingga ketika hampir lima tahun tidak juga direalisasi, ia menyebut Pemdes sudah tidak bisa mencegah keinginan masyarakat lagi.

“Terus terang warga sudah benar-benar jenuh. Makanya menyikapi apa yang disampaikan Pemkab melalui Bupati, warga tetap keras menghendaki TPA ditutup. Harusnya untuk Ipal atau sanimas di buat untuk menunjang kesehatan warga sekitar.

 

Reporter  :  Paijo, Kasbulloh 

Editor       :  Nurdin

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

1

Suka
dislike

0

Kecewa
wow

0

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih