Redaksi Sumbar

Kios Santi Yang Diberi D'kartinis [Dok : Halonusa.com]

Berawal Dari Dana CSR, Santi : Ikhtiar Usaha Juga Berbagi Hasil

31 Agt 2021 - 52 View

Kios Santi Yang Diberi D'kartinis [Dok : Halonusa.com]

PADANG || REDAKSiDAERAH.COM - Ikhtiar dengan izin yang Kuasa, Usaha dengan keras dan berbagi hasil yang didapat. Begitu istilah motivasi diri yang pantas rasanya dilayangkan ke Santi karena sukses membuka usaha menjahit pakaian.

Berawal kegigihan seorang istri dari seorang nelayan di kawasan Bungus Teluk Kabung tersebut, menceritakan perjalanannya merintis sukses membuka usaha jahit baju setelah mengikuti program dari PT Pertamina (Persero).

"Walaupun saat pandemi, tak pernah lelah daya juang sedikitnya lebih baik dari pada masa lalu kami yang susah, setidaknya kami masih bisa eksis menjalankan usaha ini," katanya, Selasa (31/8/2021).

Awal perjalanan menitih perjuangan, sebelum mendapatkan program dari perusahaan tambang minyak tersebut, dirinya mengalami kesulitan keuangan hingga berutang kebanyak tempat.

Pasalnya, penghasilan suami yang berprofesi sebagai nelayan tidak menentu dan sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Pendapatan suami tidak menentu, terkadang hanya Rp30 ribu per hari, bahkan tak jarang tidak ada sama sekali," katanya.

Walaupun sering terbentur dan terbentur, Santi tidak patah semangat. Mendengar PT Pertamina (Persero) membuka program pelatihan menjahit melalui Corporate Social Responsibility (CSR), dia pun tanggap melihat peluang.

Alhasil, lima bulan setelahnya, dia bisa membuka usaha jasa jahit pakaian sendiri. Dengan skill yang dimiliki tersebut, saat ini dia bisa mendapatkan pendapatan sebanyak Rp200 ribu per hari.

"Peralatan mesin jahit diperoleh dari Pertamina, kami pun belajar dengan keras hingga akhirnya berani menerima jasa (jahitan) ini," katanya.

Namun, pengetahuan yang ia miliki tidak ditelan sendiri. Ia pun membagikan keahliannya ke kelompok masyarakat lain. 

 Ia tak malu untuk berkeliling mengajarkan masyarakat hingga satu kelompok baru yang diberi nama D' Kartinis.

Salah seorang anggota kelompok tersebut, Yasni mengaku mendapatkan hal positif. Bahkan dia pun sudah mengikuti jejak Santi dengan membuka usaha serupa.

"Sekarang saya sudah menerima jahitan tempahan sendiri, misalnya membuat baju anak, seprai, suvenir dan lain-lain, ini rasanya sangat bermanfaat," katanya.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, Santi dan D' Kartinis fokus memproduksi masker kain. Sejumlah pesanan terus berdatangan dari berbagai daerah di Sumatera Barat (Sumbar), seperti Kota Padang, Payakumbuh, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), hingga ke Pulau Jawa.

Selanjutnya, Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina Regional Sumbagut, Taufikurachman mengatakan, pihaknya terus mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

"Berharap pada masa pandemi ini tidak menghalangi mitra binaan kami untuk terus berkarya. Kami terus berdayakan kelompok ini menjadi agen perubahan (agent of perubahan) dan menjadi inspirasi seperti energi yang terus bergerak membawa perubahan," ujar Taufik.(*)

Kontributor : Ferdian Kebe
Editor          : Hendra Putra

Apa yang anda rasakan setelah membacanya...?

love

1

Suka
dislike

1

Kecewa
wow

1

Wow
funny

0

Lucu
angry

0

Marah
sad

0

Sedih